



Mungkin masih banyak orang yang bertanya2, apa yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi. Karena kejadian ini tidak dapat diduga di mana dan kapan akan terjadi. Ketika terjadi gempa pun, kita hanya mempunyai waktu sedikit untuk berlindung, karena kejadiannya sangat cepat, dan dalam hitungan detik. Kalau kita terlambat dan salah mengambil keputusan untuk berlindung, akibatnya akan sangat fatal. Berikut ini adalah tips bagaimana sebaiknya yg harus dilakukan ketika terjadi gempa.
Jika anda berada di dalam sebuah ruangan, usahakan tetap tinggal di dalam, berlindung di bawah meja, atau berdiri di pojok atau di bawah ambang pintu (dibawah kusen pintu). Lindungi kepala dan leher dengan kedua lengan anda.
Jika anda berada di sebuah bangunan tinggi tanpa pelindung meja atau apapun di dekatnya, Jauhi dinding interior. Lindungi kepala dan leher dengan lengan.
Jika anda berada di luar ruangan, cobalah untuk berada di daerah terbuka, jauhi pohon-pohon, gedung-gedung, tiang listrik.
Jika anda sedang mengemudi, segera berhenti di pinggir jalan, jauhi tiang listrik, pohon dan rambu, tetap di dalam mobil anda sampai gempa berakhir.
Jika ada berada di toko yang ramai atau area publik, menjauh dari rak atau dari tempat benda-benda yg bisa jatuh. Jangan lari ke pintu. Tiarap dan lindungi kepala dan leher anda dengan lengan anda.
Jika anda berada di sebuah stadion atau bioskop, tetaplah berada dikursi anda, pindah ke kebagian belakang tempat duduk anda, tiarap, dan lindungi kepala dan leher dengan lengan tangan anda.
Jika dalam ruangan anda tidak ada benda untuk berlindung larirah ke sudut ruangan,karena biasanya sudut ruangan adalah beton yang kokoh,lindungi kepala anda dengan tangan atau tas..
* Jika anda berlindung di bawah sebuah mebel yg kuat, usahakan menopang mebel tersebut bersama2, untuk kemudian bergerak dengan mebel tersebut.
Tips diatas tidaklah mutlak menjamin keselamatan anda 100%, namun setidaknya kita sebagai manusia telah berusaha, dan Tuhan yang menentukan. Sehingga alangkah baiknya setelah melakukan usaha tersebut, kita berserah diri kepada Sang Pencipta agar dijauhkan dari segala bahaya.




Di Jepang, ada legenda mengenai seekor makhluk angkasa yang misterius, yaitu makhluk yang dianggap sebagai iblis dan digambarkan memiliki tubuh separuh burung dan separuh manusia. Makhluk ini disebut dengan nama Tengu. Luar biasanya, satu mumi Tengu tersimpan dengan rapi di Perfektur Aomori.
useum Hachinohe di Aomori, Jepang utara, adalah rumah bagi Mumi Tengu yang konon pada awalnya dimiliki oleh Nambu Nobuyori, pemimpin klan Nambu yang memerintah Hachinohe di pertengahan abad ke-18.
Mumi itu memiliki kepala manusia, namun memiliki kaki dan sayap berbulu seperti burung. Tengu yang telah menjadi mumi ini dipercaya berasal dari kota Nobeoka (perfektur Miyazaki) di Jepang Selatan. Beberapa teori menyebut bahwa mumi ini sampai ke Jepang utara setelah diwariskan ke beberapa anggota keluarga Samurai yang memerintah Jepang, hingga akhirnya sampai ke Museum Hachinohe di Aomori.
Mitologi Tengu bermula dari sekitar abad ke-6 Masehi sejalan dengan tibanya agama Budha ke Jepang dari Cina. Tengu dianggap sebagai goblin yang tinggal di hutan dan gunung. Mereka disebut memiliki kekuatan supranatural seperti dapat berubah bentuk menjadi manusia atau hewan, dapat berbicara kepada manusia tanpa membuka mulut dan mampu pindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat menggunakan sayapnya.
Kata Tengu sebenarnya berarti “Anjing langit”. Dalam mitologi Cina, makhluk ini juga memiliki tempat tersendiri dengan nama Tien Kou (Tiangou) yang artinya juga anjing langit. Nama ini sebenarnya tidak sesuai dengan deskripsi Tengu. Makhluk ini tidak memiliki rupa anjing, melainkan lebih mirip seekor burung.
Buku Nihon Shoki, catatan kuno yang dianggap paling pertama menyebut Tengu, yang ditulis pada tahun 720 Masehi, menyebutkan bahwa pada abad itu sebuah meteor melintasi langit Jepang dan meteor itu disebut oleh seorang rahib Budha sebagai Anjing Langit (Tengu). Namun bagaimana Tengu berevolusi dari sebuah meteor menjadi makhluk terbang tidak diketahui dengan pasti.
Secara umum, Tengu memiliki dua bentuk fisik. Yang pertama disebut Karasu tengu yang memiliki kepala dan paruh seperti burung. Yang kedua adalah Konoha Tengu yang memiliki bentuk seperti manusia namun memiliki sayap dan hidung yang panjang (kadang disebut Yamabushi Tengu)
Tengu berhidung panjang seperti dikenal orang zaman sekarang merupakan hasil penggambaran orang pada abad pertengahan. Dalam cerita Konjaku Monogatari-sh?, tengu digambarkan bisa berlari di udara, dan sebagai hantu berbentuk burung rajawali yang membuat orang kerasukan. Penggambaran tersebut diperkirakan mengambil model dari hantu Temma dalam konsep agama Buddha yang digambarkan berbadan manusia dan memiliki sepasang sayap.
Model awal tengu kemungkinan berubah pada paruh pertama zaman Muromachi. Dalam kumpulan cerita rakyat Otogiz?shi terdapat cerita Tengu no Dairi (Istana Tengu) yang tokoh utamanya bernama Kurama Tengu. Selain itu, Ushiwakamaru dikabarkan menerima pelajaran seni pedang dari Tengu di Kuil Kurama.Dalam Hikayat Heike, tengu digambarkan seperti “Manusia tapi tidak seperti manusia, burung tapi tidak seperti burung, anjing tapi tidak seperti anjing, tangan dan kakinya seperti tangan dan kaki manusia, wajahnya seperti anjing, memiliki sayap di kanan kiri, dan bisa terbang.”
Menurut Legenda, sewaktu masih bocah, perajurit legendaris Jepang bernama Minamoto no Yoshitsune yang hidup pada tahun 1159-1189 pernah berlatih ilmu pedang dengan raja Tengu Soujoubou dekat Kuramadera di gunung utara Kyoto.
Tidak ada keterangan dan informasi lebih lanjut mengenai mumi yang dipajang di museum Hachinohe. Apakah ini sungguh mumi setan, makhluk Cryptozoology atau sebuah karya seni palsu dari abad lampau. Beberapa peneliti percaya bahwa mumi itu adalah sebuah karya seni buatan manusia, tapi belum ada bukti pasti yang disediakan untuk mendukung teori tersebut.


Pengaturan ...

Kategori
Tag Cloud
Blog RSS
Komentar RSS

Void
Life « Default
Earth
Wind
Water
Fire
Light 