15 Mar 2009 @ 7:33 AM 

“NGIK…ngik…ngik” nafas Malik tersengal-sengal, bicaranya pun putus-putus tak karuan. Pagi ini Malik terpaksa bolos sekolah lagi. Padahal ini hari pertama ujian kenaikan kelas. “Hmh ujian susulan lagi,” gerutu Malik dalam hati. Bundanya segera mengantar Malik ke rumah sakit dan Malik pun mendapatkan pengobatan. Berapa lama berselang sesaknya berkurang, dan bicara putus-putusnya tak lagi terdengar. Namun, anak lelaki yang baru berangkat remaja ini mulai berkeluh kesah, “Bu, kapan sih aku bisa sembuh. Aku malu bolos terus. Ujian susulan terus.” Ujarnya dengan kesal. Bundanya mencoba menjelaskan, “Sabar ya sayang, teman-teman dan gurumu pasti mengerti, kamu kan bolos karena sakit, kenapa harus malu?”

Malik tetap terlihat kesal,”Aku bosan, tiap ganti musim sesak, makan udang sesak, kecapekan sesak, kapan aku bebas dari semua ini bu?” sahut Malik sedikit berang.

“Baiklah nak, sebaiknya kamu tanyakan sendiri pada dokter sejelas-jelasnya dan ikuti sarannya, supaya kekesalanmu hilang dan sesakmu tidak lagi sering datang.” Timpal Bunda Malik menenangkan.SESAK yang sering dikeluhkan pengidap asma memang menjengkelkan. Apalagi jika kekambuhannya lebih dari 1 atau 2 kali dalam seminggu. Asma dapat mengganggu kinerja dan aktivitas seseorang sehingga terasa menjengkelkan bagi penderitanya. Penyakit ini bahkan dikatakan sebagai biang kerok utama atas ketidakhadiran di tempat kerja dan di sekolah. Selain mengganggu aktivitas, asma juga tidak dapat disembuhkan, bahkan dapat menimbulkan kematian. Namun bila penyakit ini dikendalikan, kematian dapat dicegah dan gejalanya pun tidak sering muncul. Untuk mengetahui bagaimana cara mengontrol penyakit asma, penderita perlu mengenal asma terlebih dahulu.

Asma adalah penyakit peradangan saluran nafas kronik akibat terjadinya peningkatan kepekaan saluran nafas terhadap berbagai rangsangan. Pada penderita yang peka, hal ini akan menyebabkan munculnya serangan batuk, bunyi mengi, banyak dahak, sesak nafas, dan rasa tidak enak di dada terutama pada malam hari atau menjelang pagi. Belum diketahui secara pasti mengapa pada sebagian orang saluran nafasnya meradang dan pada sebagian lain normal. Tetapi kejadian tersebut biasanya ditemukan pada keluarga atopik (keluarga alergi) yang dapat mewariskan sifat alergi ini kepada turunannya.

Kelainan utama penyakit asma adalah peradangan saluran nafas, sehingga pengelolaannya bukan ditujukan untuk menghilangkan sesak nafas semata, tetapi juga berbagai tujuan berikut yaitu, agar penderita dapat melakukan latihan jasmani termasuk lari dan olah raga lain, mempunyai fungsi paru mendekati normal dan gejala asmanya menghilang atau minimal. Tujuan lain adalah agar serangan asma minimal, pemakaian obat untuk serangan sesak berkurang, dan tidak ditemukan efek samping obat.

Dalam panduan GINA (Global Initiative for Asthma) 2002 yang dibuat oleh National Heart, Lung and Blood Institute & World Health Organization (NHBLI/WHO), menyebutkan untuk mewujudkan tujuan tersebut, dokter maupun penderita asma dianjurkan untuk mempelajari, memahami, dan mengerjakan apa yang disebut “tujuh jurus ampuh untuk mengatasi penyakit asma”. Pertama, penyuluhan (edukasi) mengenai penyakit asma pada penderita asma dan keluarganya. Pepatah mengatakan, “tak kenal maka tak sayang”. Ibarat sepasang muda-mudi yang baru pertama berjumpa, tak kan mau menyayangi dan mengorbankan diri, sebelum mengenal lebih jauh pasangannya. Demikian pula dengan penderita asma. Pengenalan tentang seluk beluk asma, bagaimana pengobatan serta pencegahan yang benar, akan membuat penderita dan keluarganya mengerti sehingga termotivasi untuk berusaha kuat mengatasi penyakitnya. Karena itu edukasi menjadi faktor kunci dalam pengobatan asma.

Kedua, mengetahui obat-obat asma, baik kegunaan maupun efek sampingnya. Terdapat dua jenis obat asma yaitu, obat-obat kerja cepat untuk mengatasi dengan segera serangan sesak nafas (reliver), dan obat-obat pencegahan jangka lama, untuk mengatasi peradangan saluran nafas (preventer/controller). Yang termasuk obat reliver adalah obat-obat bronkodilator kerja cepat seperti, salbuterol Albuterol, metaproterenol, terbutaline, dan procaterol. Selain itu, obat golongan anti cholinergik, teofilin kerja cepat, suntikan adrenalin atau epinefrin juga dapat dijadikan pilihan.

Penelitian para ahli belakangan ini menyebutkan bahwa peradangan yang kronik dapat merubah struktur dinding saluran nafas, sehingga menyebabkan remodelling pada dinding saluran nafas. Karena itu, pengobatan pencegahan jangka lama sangat dianjurkan. Obat pencegahan jangka lama yang dapat dipakai adalah kortikosteroid, cromoglycate, nedcromil, agonis B2 kerja lama, teofilin lepas lambat, dan leukotrien. Dari semua jenis obat yang tersedia, pemakaian obat inhalasi lebih diutamakan mengingat efeknya yang cepat, dosis yang kecil dan efek samping yang minimal meskipun diberikan dalam jangka panjang.

Ketiga, mengobati atau mengelola penyakit asma. Pengobatan tidak hanya dilakukan ketika serangan asma sedang berlangsung, tetapi juga saat tidak dalam serangan. Pengelolaan asma saat tidak dalam serangan dilakukan melalui pengobatan pencegahan dan latihan olah raga terpimpin. Penderita asma dengan tipe intermiten (sangat ringan) yang kekambuhannya dalam 1 minggu kurang dari 1 atau 2 kali, tidak memerlukan pengobatan pencegahan. Namun, penderita asma dengan tipe persisten ringan, persisten sedang dan persisten berat, harus mendapatkan terapi pencegahan secara bertahap disesuaikan dengan klasifikasinya.

Untuk memudahkan penanganan, penderita yang sedang mengalami serangan asma, dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu penderita dengan serangan asma ringan, serangan sedang dan serangan berat. Salah satu tanda untuk melihat pembagian berat ringannya serangan adalah dengan melihat cara berbicara. Bila ketika berbicara penderita masih dapat menyelesaikan kalimat, klasifikasi yang diberikan adalah serangan asma ringan. Saat penderita berbicara dengan suara terputus-putus, maka penderita digolongkan dalam serangan asma sedang. Tetapi jika penderita sudah mengalami kesulitan bicara karena sesak, penderita masuk dalam kelompok serangan asma berat. Penderita yang mengalami serangan ringan dapat diobati sendiri di rumah. Namun penderita yang mendapatkan serangan sedang dan berat harus ditangani di rumah sakit.

Keempat, mempelajari dan memahami faktor-faktor pencetus serangan asma (allergen), dan mengetahui cara mengendalikannya. Faktor-faktor pencetus ini dapat berbeda antara penderita yang satu dengan lainnya. Faktor-faktor yang sering dikatakan sebagai pemicu di antaranya adalah faktor alergen, emosi atau stres, infeksi, zat makanan, zat kimia, faktor fisik seperti perubahan cuaca, kegiatan jasmani, dan obat-obatan. Kerja faktor pencetus ini pun berbeda, ada faktor pencetus yang bisa mengakibatkan penyempitan saluran nafas (bronchospasme), seperti emosi, udara dingin, latihan, dan lain-lain. Ada pula faktor pencetus yang terutama menyebabkan peradangan seperti infeksi saluran pernafasan akut, alergen, zat kimia, dan asap rokok. Sebagian besar serangan asma dapat dicegah dengan menghindari faktor-faktor pencetus tersebut. Penderita yang gemar menghindar atau merubah perilaku untuk menjauhi factor pemicu, akan dengan mudah mencapai tujuan pengobatan asma. Sebaliknya, penderita yang “cuek” tak pernah berpantang dengan faktor pemicu akan sulit memperoleh kemajuan dalam pengobatan.

Kelima, membuat rencana emergensi (Action Plan). Action plan terutama diperlukan ketika serangan asma akan kambuh, dan penderita membutuhkan pertolongan secepatnya. Penanganan dengan cepat dan tepat dapat dilakukan bila penderita dan keluarganya membuat rencana emergensi secara tertulis bersama dokter, dan mengetahui kapan penyakit asmanya mulai tidak terkendali. Namun, bila penderita tidak mempunyai action plan, pengelolaan yang diberikan akan memakan waktu lebih lama, bahkan dapat terjadi underdiagnosa atau overdiagnosa sehingga merugikan penderita. Tidak terkendalinya asma mulai tampak manakala penderita dan keluarganya menemukan keadaan-keadaan sebagai berikut : gejala asma semakin bertambah, pemakaian obat bronkodilator kian sering, gejala asmanya tidak dapat dikurangi atau dihilangkan dengan bronkodilator, dan bila mempunyai alat Peak flow meter, alat tersebut akan menunjukan penurunan arus puncak ekspirasi (APE) serta kenaikan variability. Sewaktu keadaan-keadaan tersebut muncul, tindakan harus segera diambil agar penyakit kembali terkendali.

Keenam, rehabilitasi dan peningkatan kebugaran jasmani dengan olah raga atau latihan jasmani terpimpin. Penderita asma sering mengalami sesak sehingga sebagian otot-otot pernafasan kerap digunakan, sementara sebagian otot yang lain tidak. Otot-otot pernafasan yang banyak digunakan akan membesar dan yang jarang digunakan akan melemah. Akibatnya, efisiensi dan koordinasi pernafasan menjadi kurang baik, fungsi paru serta pertahanan paru pun menurun. Selain itu penderita asma juga terkadang mengalami keterbatasan fisik atau membatasi pekerjaan fisik karena takut sesak, sehingga kebugaran jasmaninya berkurang. Dengan melakukan latihan jasmani secara teratur yang terpimpin, otot pernafasan akan kembali berfungsi normal, kenaikan kapasitas vital paru meningkat dan kebugaran jasmani pun menjadi lebih baik.

Ketujuh, memonitor dan mengikuti perkembangan (follow up) penyakit penderita asma secara teratur. Hingga kini penyakit asma belum dapat disembuhkan, dan gejala asmanya sering bervariasi. Karena itu pengobatan harus dilakukan seumur hidup dan dimonitor serta diiikuti perkembangannya terus menerus. Hal ini diperlukan untuk melihat cocok tidaknya obat yang diberikan dalam mengendalikan asma. Dokter akan mengevaluasi apakah obat perlu ditambah, dikurangi atau dihentikan. Bila keadaan dan kebugaran jasmani penderita memang telah membaik, pengobatan dapat dihentikan.

Mengingat keadaan sosial ekonomi di Indonesia yang cukup beragam, para dokter diharapkan dapat mengadaptasi pengelolaan asma sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Tetapi yang terpenting prinsip dasar pengobatan harus tetap sama. Penderita dianjurkan agar proaktif dan semangat dalam mengatasi penyakitnya, serta tetap bekerjasama dengan dokter agar tujuan pengobatan asma dapat terwujud. Satu hal yang perlu diingat oleh penderita asma demi tercapainya tujuan tersebut, jangan biarkan asma mengendalikan Anda, tetapi Anda yang harus mengendalikan asma.

sumber:http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0604/13/hikmah/lainnya2.htm

Tags Tags: , , ,
Categories: Kesehatan
Posted By: admin
Last Edit: 15 Mar 2009 @ 07 33 AM

E-mailPermalinkComments (0)
 15 Mar 2009 @ 7:31 AM 

Agar Anda tak menyesal menggunakan operating system yang satu ini. Dengan harapan Windows Vista akan semakin enak digunakan dan bisa disejajarkan dengan Windows XP lama Anda. Pertengahan tahun lalu Windows Vista diluncurkan di pasaran dan digunakan oleh banyak pengguna di seluruh dunia. Dalam perjalanannya, Windows Vista masih belum bisa mengalahkan dominasi OS versi sebelumnya, yaitu Windows XP yang memang sudah familiar di dunia per-OS-an. Saat ini, memang tak mudah meyakinkan pengguna agar pindah ke OS yang lain, walaupun versinya lebih gres.

Windows Vista masih memiliki banyak kelemahan, meski pihak Microsoft berani menjamin, OS baru mereka ini lebih baik dari Windows XP. Pun begitu dengan Windows XP, ia juga memiliki tak sedikit kekurangan. Mulai dari bugs, inkompatibilitas, lubang keamanan yang gampang ditembus, dan sebagainya. Ini yang mendorong diciptakannya perbaikan-perbaikan seperti munculnya XP SP1 dan XP SP2, rencananya sebentar lagi akan muncul XP SP3.

Windows Vista sendiri juga banyak memiliki kekurangan. Kekurangan yang dimilikinya lebih bersifat ke kenyamanan sebuah OS. Ambil contoh seperti User Account Control (UAC) di mana jika diaktifkan, setiap Anda akan melakukan instalasi aplikasi baru, mengakses control panel, mengakses registri, memasukkan hardware baru, dan masih banyak lagi, Anda akan selalu diganggu dengan boks konfirmasi, di mana sebenarnya boks tersebut berniat baik karena mengingatkan Anda akan terjadi perubahan pada system Vista. Jika dipikirkan lebih jauh lagi, hal tersebut sangat mengganggu, terutama untuk Anda yang memiliki tingkat kesabaran kurang.

Dalam artikel kali ini kami akan memberikan beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk lebih mengoptimalkan Windows Vista, agar Anda tak menyesal menggunakan operating system yang satu ini. Dengan harapan Windows Vista akan semakin enak digunakan dan bisa disejajarkan dengan Windows XP lama Anda.

Tips Performa Vista Yang Lebih Baik:
1. Matikan [Windows Search Indexing]
Search indexing windows Vista secara konstan memeriksa file -file yang ada pada sistem. Ini cukup berguna untuk fungsi pencarian, tapi dapat menimbulkan dampak cukup signifikan pada performa. Untuk mematikan indexing: Klik [Start] kemudian [Computer] – Klik kanan pada drive [C:] – Pada tab [General], kosongkan pilihan [Index this drive for faster searching]. Pada dialog box yang muncul, pilih untuk menyertakan perubahan pada subfolder dan file. Lakukan hal sama ada drive lain jika memiliki lebih dari 1 partisi/harddrive.

2. Matikan [Remote Differential Compression]
Remote Differential Compression mengukur perubahan file pada jaringan agar dapat mengirimkan file tersebut dengan bandwith seminimal mungkin tanpa harus mengirimkan keseluruhan file yang telah diterima/dikirimkan sebelumnya. Hal yang cukup berguna sebenarnya, tetapi dengan melakukan pengecekan konstan terhadap perubahan file, layanan ini dapat menganggu performa sistem. Untuk mematikan layanan ini: Buka [Control Panel] – Pindah ke tampilan [Classic View]
Pilih [Program Features] – Pilih [Turn Windows features on and off] – Scroll ke bawah dan kosongkan pilihan [Remote Differential Compression].

3. Matikan operasi otomatis [Windows Defender]
Windows Defender real-time protection akan tetap berjalan meski telah di-disable. Untuk mematikan layanan ini: Buka [Control Panel] – Pilih [Windows Defender] – Pilih [Tools] dari menu pada bagian atas – Pilih [Options] – Kosongkan tanda [Auto Start].
4. Matikan [Automatic Disk Defragmentation]

Windows Vista dan fitur always-on defragment tidaklah terlalu penting dan dapat menyebabkan penurunan performa (saat defrag berjalan). Jika ingin mematikan layanan ini, perlu diingat untuk melakukan defrag secara manual tiap beberapa minggu atau jika diperlukan.Untuk mematikan layanan ini: Klik [Start] kemudian [Computer] – Klik kanan pada drive [C:] – Pilih tab [Tools]
Klik [Defragment now] – Pada window yang muncuk, kosongkan pilihan – [Run on a schedule]
Lakukan pada drive lain jika diperlukan.

5. Tambahkan USB
Flash drive berkecepatan tinggi 2GB atau lebih dan manfaatkan [Windows Ready Boost]
(Additional Memory Cache) Ready Boost adalah nama yang digunakan Microsoft untuk penggunaan USB thumb/flash drive untuk menyediakan akses memori yang lebih cepat pada sistem operasi dan dapat digunakan sebagai RAM tambahan. Ready Boost dapat meningkatkan performa sistem secara signifikan. Untuk menggunakan fitur ini: tancapkan [USB Flash Drive] – Klik [Start] kemudian – [Computer] – Klik kanan pada drive [USB Drive] pada [My Computer] – Pilih tab [Ready Boost] – Pilih [use this device] – Pilih ukuran ruang USB yang ingin digunakan untuk [RAM usage vs. Storage].
6. Matikan [Windows Hibernation]

Layanan [Windows hibernation] dapat menggunakan sumber daya sistem yang cukup besar. Jika fitur ini tak digunakan terlalu sering, lebih baik dimatikan untuk memberi performa extra pada vista dan membebaskan ruang yang dipakai untuk file hibernasi (besarnya tergantung jumlah RAM). Untuk mematikan layanan ini: Buka [Control Panel] kemudian pilih [Power Options]
Klik [Change Plan Settings] – Klik pada [Change Advanced Power Settings] – Buka pilihan [Sleep]
Buka pilihan [Hibernate After] – Rubah pilihan menjadi 0 (nol) – Klik [Apply] – Lakukan pada power plan yang lain.

7. Matikan [System Restore]
Analisis dan pembuatan restore point oleh Windows Vista dapat memakan resource sistem yang cukup besar. Perlu diingat, mematikan layanan ini berarti fitur [System Restore] tak dapat digunakan jika terjadi kesalahan atau kerusakan sistem. Untuk mematikan layanan ini: Buka [Control Panel] kemudian pilih [System] – Klik [System Protection] pada panel kiri – Kosongkan pilihan [main system drive] – Setujui konfirmasi.

8. Matikan [User Access Control (UAC)]
Fitur baru Vista yang mencoba untuk melindungi sistem dari infeksi malware dengan cara membuat user memberikan konfirmasi secara manual terhadap seluruh operasi sehari-hari user (TT_TT vexing, i inow). Sementara layanan ini tak memberikan dampak negatif terhadap performa
sistem secara langsung, ini bisa cukup menganggu bagi beberapa user. Untuk mematikan layanan ini: Buka [Control Panel] kemudian pilih [User Accounts] – Pilih [Turn User Account Control on or off] – Kosongkan pilihan [User Account Control] – Restart system.

9. Matikan [Windows Services] berlebih yang otomatis dijalankan pada saat startup. Sama halnya seperti Windows XP, Vista memiliki banyak layanan yang secara default diload pada saat startup yang mungkin tidak/jarang digunakan user (terutama versi Ultimate). Untuk melihat service apa saja yang diload pada saat startup dan menonaktifkan yang tidak/jarang digunakan (dapat diload secara manual jika diperlukan): Buka [Control Panel] – kemudian pilih [Administrative Tools] – Pilih [System Configuration] – Klik pada tab [Services Tab].
Yang dapat dinonaktifkan secara aman: [Offline Files] (kecuali menggunakan layanan [Offline File Sync]) – [Tablet PC Input Service] (kecuali memakai tablet PC) – [Terminal Services] -
[Windows Search] (jika indexing telah dinonaktifkan) – [Fax] (kecuali menggunakan modem fax)
10. Mematikan fitur berlebih
Windows juga menyertakan fitur-fitur lain yang terdaftar terpisah dengan layanan startup (baca tips 9). Fitur tersebut dapat dilihat dan dinonaktifkan dengan cara: Buka [Control Panel] kemudian pilih [Program Features] – Pada panel kiri, Pilih [Turn Windows Features on or off].
Yang dapat dinonaktifkan secara aman: [Indexing Service] – [Remote Differential Compression] -
[Tablet PC Optional Components] – [Windows DFS Replication Service] – [Windows Fax & Scan] (kecuali menggunakan modem untuk fax) – [Windows Meeting Space] (kecuali menggunakan layanan [Live Meeting])

Demikian tips&trik untuk berVista yang lebih menyenangkan. Vista memang memiliki requirement yang orang bilang cukup tinggi di atas XP, beberapa argumen mengatakan menjalankan XP lebih kencang daripada Vista. Namun bila Anda memiliki requirement hardware memadai, baru bisa merasakan enaknya menjalankan Vista. So selamat mencoba.

sumber:http://wisesa2008.wordpress.com/

Tags Tags: , ,
Categories: Tips dan Trik
Posted By: admin
Last Edit: 15 Mar 2009 @ 07 31 AM

E-mailPermalinkComments (0)
 15 Mar 2009 @ 7:26 AM 

BERJALAN kaki rutin kembali dikukuhkan sebagai obat paling menyehatkan di abad modern ini. Bukan lari, apalagi sprint, yang bisa menambah sehat dan menjanjikan kita beroleh umur panjang. Beberapa bukti baru ihwal manfaat berjalan kaki muncul kembali baru-baru ini.

Dalam tulisan lain, saya menulis panjang lebar ihwal manfaat berjalan kaki bagi kesehatan. Dalam moto tabloid ini, bahwa ”sehat itu murah”, yang antara lain mengutip salah satu racikan resep dari Antioxidant Revolution karya Cooper, penggagas aerobik. Caranya, berjalan kaki tergopoh-gopoh dengan laju 5-6 km/jam selama sekitar 40-50 menit/hari, dilakukan 5-6 kali/seminggu.

Baru-baru ini diungkap kembali betapa menyehatkan kebiasaan berjalan kaki bila dilakukan rutin, seperti tercatat dalam studi Framingham terhadap mereka yang berusia di atas 46 tahun. Hasilnya ternyata menakjubkan. Bukan saja umur rata-rata harapan hidup mereka yang berjalan kaki rutin lebih panjang dibanding yang tidak melakukannya, melainkan mereka juga terhindar dari risiko serangan jantung.

Sayangnya, konon tidak semua orang Amerika melakukan gerak badan dengan porsi sesuai dengan anjuran dokter. Mereka rata-rata hanya menempuh duapertiga dari yang direkomendasikan dokternya, baik dalam hal kekerapan maupun kelajuan berjalan kakinya (Dr. Michael G.Perri). Manfaat yang bisa mereka petik pun tidaklah penuh.

Dari semula sudah diingatkan oleh Cooper, yang melakukan otokritik terhadap kegiatan aerobik dengan berlari atau maraton, dan hasilnya ternyata sama saja dengan yang diperoleh dari berjalan kaki, tetapi berisiko cedera lutut, tungkai, dan kaki – tak cukup berjalan santai lenggang kangkung belaka. Untuk memetik manfaat aerobik, harus jalan bergegas tergopoh-gopoh atau brisk walking. Rata-rata memerlukan kecepatan sekitar 100 meter/menit (atau 6 km/jam), menempuh jarak sekitar 5 km (4 mil)/sehari.

Tak Langsung Terasa
Efek berjalan kaki tentu tidak akan langsung terasa dalam hitungan minggu atau bulan. Manfaatnya baru akan dirasakan setelah cukup lama melakukan kegiatan rutin sepanjang minggu. Bukan saja badan terasa lebih bugar, dan mungkin terjadi pengurangan atau menghilangnya keluhan atau perasaan tidak enak di badan yang terasakan sebelumnya. Kenormalan terbaca juga pada nilai-nilai kesehatan yang terukur, seperti tekanan darah, gula darah, kondisi otot dan tulang, serta lemak darah.

Semua nilai laboratorium memberikan hasil yang mendekati nilai normal. Namun, belum tentu orang selalu merasakan kenormalannya sebelum dilakukan pemeriksaan laboratorium atau pengukuran. Yang pasti, perasaan badan lebih segar, lebih bugar, tidak lekas letih, selera makan bagus, enak tidur, lebih lekas haus, dan lancar buang air besar, merupakan tanda bahwa badan tengah menjadi lebih sehat.

Mereka yang sudah terbiasa berjalan kaki rutin justru akan merasakan tidak enak badan kalau lama tidak berjalan kaki. Berjalan kaki ternyata bukan saja bentuk latihan yang sempurna di mata medis, melainkan juga kegiatan bergerak badan yang paling aman bagi tubuh yang sudah rapuh, dan renta sekalipun.

Dulu, pada dasawarsa 70-an, belum jelas benar kalau kegiatan berjalan kaki rutin bisa mencegah berbagai penyakit (menahun). Kini manfaat itu tak terbantahkan lagi. Studi dalam lima tahun terakhir semakin mengukuhkan bahwa berjalan tergopoh-gopoh, dan bukan jalan santai, memang memberi banyak manfaat bagi kesehatan kita.

Sumber: Dr. Handrawan Nadesul (www.kompas..com)

Tags Tags: ,
Categories: Kesehatan
Posted By: admin
Last Edit: 15 Mar 2009 @ 07 26 AM

E-mailPermalinkComments (1)
 15 Mar 2009 @ 7:16 AM 

Pernah terbangun dari tidur, tapi sulit bergerak ataupun berteriak? Tenang, Anda bukan sedang diganggu mahkluk halus. Ini penjelasan ilmiahnya!

Saat hendak bangun dari tidur atau baru saja terlelap, kita merasa seperti ditindih sesuatu. Ini membuat kita sulit bangun ataupun berteriak minta tolong.

Lalu, ada sedikit rasa dingin menjalar dari ujung kaki ke seluruh tubuh. Untuk bisa bangun, satu-satunya cara adalah menggerakkan ujung kaki, ujung tangan atau kepala sekencang-kencangnya hingga seluruh tubuh bisa digerakkan kembali.

Setelah itu, biasanya saya tidak berani tidur. Takut kesadaran saya hilang atau kejadian itu berulang lagi. Apalagi saat kejadian, saya seperti melihat sebuah bayangan di kegelapan.

Pernah saya saya bercerita tentang hal ini pada ibu saya. Beliau mengatakan saya mengalami tindihan. Dan menurut kepercayaan orang tua, yang menindih adalah makhluk halus. Ih, seram ya! Namun, logika saya berusaha mencari penjelasan ilmiah. Inilah hasilnya

Sleep Paralysis

Menurut medis, keadaan ketika orang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak disebut sleep paralysis alias tidur lumpuh (karena tubuh tak bisa bergerak dan serasa lumpuh). Hampir setiap orang pernah mengalaminya. Setidaknya sekali atau dua kali dalam hidupnya.

Sleep paralysis bisa terjadi pada siapa saja, lelaki atau perempuan. Dan usia rata-rata orang pertama kali mengalami gangguan tidur ini adalah 14-17 tahun. Sleep paralysis alias tindihan ini memang bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga menit. Yang menarik, saat tindihan terjadi kita sering mengalami halusinasi, seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Tak heran, fenomena ini pun sering dikaitkan dengan hal mistis.

Di dunia Barat, fenomena tindihan sering disebut mimpi buruk inkubus atau old hag berdasarkan bentuk bayangan yang muncul. Ada juga yang merasa melihat agen rahasia asing atau alien. Sementara di beberapa lukisan abad pertengahan, tindihan digambarkan dengan sosok roh jahat menduduki dada seorang perempuan hingga ia ketakutan dan sulit bernapas.

Kurang Tidur

Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, sleep paralysis, adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur di tahap rapid eye movement (REM).

Sebagai pengetahuan, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan tahap REM. Pada tahap inilah mimpi terjadi.

Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke mimpi (REM).

Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, di sinilah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi.

Selain itu, sleep paralysis juga bisa disebabkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol. Akibatnya, muncul stres dan terbawa ke dalam mimpi. Lingkungan kerja pun ikut berpengaruh. Misalnya, Anda bekerja dalam shift sehingga kekurangan tidur atau memiliki pola tidur yang tidak teratur.

Jangan Anggap Remeh

Meski biasa terjadi, gangguan tidur ini patut diwaspadai. Pasalnya, sleep paralysis bisa juga merupakan pertanda narcolepsy (serangan tidur mendadak tanpa tanda-tanda mengantuk), sleep apnea (mendengkur), kecemasan, atau depresi.

Jika Anda sering mengalami gangguan tidur ini, sebaiknya buat catatan mengenai pola tidur selama beberapa minggu. Ini akan membantu Anda mengetahui penyebabnya. Lalu, atasi dengan menghindari pemicu. Bila tindihan diakibatkan terlalu lelah, coba lebih banyak beristirahat.

Kurang tidur pun tidak boleh dianggap remeh. Jika sudah menimbulkan sleep paralysis, kondisinya berarti sudah berat. Segera evaluasi diri dan cukupi kebutuhan tidur. Usahakan tidur 8-10 jam pada jam yang sama setiap malam.

Perlu diketahui juga, seep paralysis umumnya terjadi pada orang yang tidur dalam posisi telentang (wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak atau dalam keadaan hampir terjaga dari tidur). Itu sebabnya, kita perlu sering mengubah posisi tidur untuk mengurangi risiko terserang gangguan tidur ini.

Nah, jika tindihan disertai gejala lain, ada baiknya segera ke dokter ahli tidur atau laboratorium tidur untuk diperiksa lebih lanjut. Biasanya dokter akan menanyakan kapan tindihan dimulai dan sudah berlangsung berapa lama. Catatan yang telah Anda buat tadi akan sangat membantu ketika memeriksakan diri ke dokter.

Mitos Sleep Paralysis Di Berbagai Negara

- Di budaya Afro-Amerika, gangguan tidur ini disebut the devil riding your back hantu atau hantu yang sedang menaiki bahu seseorang.

- Di budaya China, disebut gui ya shen alias gangguan hantu yang menekan tubuh seseorang.

- Di budaya Meksiko, disebut se me subio el muerto dan dipercaya sebagai kejadian adanya arwah orang meninggal yang menempel pada seseorang.

- Di budaya Kamboja, Laos dan Thailand, disebut pee umm, mengacu pada kejadian di mana seseorang tidur dan bermimpi makhluk halus memegangi atau menahan tubuh orang itu untuk tinggal di alam mereka.

- Di budaya Islandia, disebut mara. Ini adalah kata kuno bahasa Island. Artinya hantu yang menduduki dada seseorang di malam hari, berusaha membuat orang itu sesak napas dan mati lemas.

- Di budaya Tuki, disebut karabasan, dipercaya sebagai makhluk yang menyerang orang di kala tidur, menekan dada orang tersebut dan mengambil napasnya.

- Di budaya Jepang, disebut kanashibari, yang secara literatur diartikan mengikat sehingga diartikan seseorang diikat oleh makhluk halus.

- Di budaya Vietnam, disebut ma de yang artinya dikuasai setan. Banyak penduduk Vietnam percaya gangguan ini terjadi karena makhluk halus merasuki tubuh seseorang.

- Di budaya Hungaria, disebut lidercnyomas dan dikaitkan dengan kata supranatural boszorkany (penyihir). Kata boszorkany sendiri berarti menekan sehingga kejadian ini diterjemahkan sebagai tekanan yang dilakukan makhluk halus pada seseorang di saat tidur.

- Di budaya Malta, gangguan tidur ini dianggap sebagai serangan oleh Haddiela (istri Hares), dewa bangsa Malta yang menghantui orang dengan cara merasuki orang tersebut. Dan untuk terhindar dari serangan Haddiela, seseorang harus menaruh benda dari perak atau sebuah pisau di bawah bantal saat tidur.

- Di budaya New Guinea, fenomena ini disebut Suk Ninmyo. Ini adalah pohon keramat yang hidup dari roh manusia. Pohon keramat ini akan memakan roh manusia di malam hari agar tidak menggangu manusia di siang hari. Namun, seringkali orang yang rohnya sedang disantap pohon ini terbangun dan terjadilah sleep paralysis.

Tags Tags: , ,
Categories: Kesehatan
Posted By: admin
Last Edit: 15 Mar 2009 @ 07 16 AM

E-mailPermalinkComments (1)
 15 Mar 2009 @ 7:10 AM 

1. Tidak mau sarapan.

Banyak orang menyepelekan sarapan, padahal tidak

mengkonsumsi makanan di pagi hari menyebabkan turunnya

kadar gula dalam darah. Hal ini berakibat pada

kurangnya masukan nutrisi pada otak yang akhirnya

berakhir pada kemunduran otak.

2. Kebanyakan makan.

Terlalu banyak makan mengeraskan pembuluh otak yang

biasanya menuntun kita pada menurunnya kekuatan

mental.

3. Merokok ternyata berakibat sangat mengerikan pada

otak kita. Bayangkan, otak kita bisa menyusut dan

akhirnya kehilangan fungsi-fungsinya. Tak ayal diwaktu

tua kita rawan Alzheimer. ( susah neh!! TS nya ngerokok jua )

4. Terlalu banyak mengkonsumsi gula.

Terlalu banyak asupan gula akan menyebabkan Kekurangan

nutrisi dan perkembangan otak terganggu.

5. Polusi udara.

Otak adalah bagian tubuh yang paling banyak menyerap

udara. Terlalu lama berada di lingkungan dengan udara

berpolusi membuat kerja otak tidak efisien

6. Kurang tidur.

Tidur memberikan kesempatan otak untuk beristirahat.

Sering melalaikan tidur membuat sel-sel otak justru

mati kelelahan.

7. Menutup kepala ketika sedang tidur.

Tidur dengan kepala yang ditutupi merupakan kebiasaan

buruk yang sangat berbahaya karena karbondioksida yang

diproduksi selama tidur terkonsentrasi sehingga otak

tercemar. Jangan heran kalau lama kelamaan otak

menjadi rusak.

8. Berpikir terlalu keras ketika sedang sakit. Bekerja

keras atau belajar ketika kondisi tubuh sedang tidak

fit juga memperparah ketidakefektifan otak

9. Kurangnya stimulasi otak.

Berpikir adalah cara terbaik untuk melatih kerja otak.

Kurang berpikir justru membuat otak menyusut dan

akhirnya tidak berfungsi maksimal.

10. Jarang bicara.

Percakapan intelektual biasanya membawa efek bagus

pada kerja otak

Tags Tags: , , ,
Categories: Kesehatan
Posted By: admin
Last Edit: 15 Mar 2009 @ 07 10 AM

E-mailPermalinkComments (0)
\/ Pengaturan ...
Ganti Tema...
  • Users » 5
  • Posts/Halaman » 123
  • Komentar » 18
Change Theme...
  • VoidVoid
  • LifeLife « Default
  • EarthEarth
  • WindWind
  • WaterWater
  • FireFire
  • LiteLight
  • No Child Pages.
  • No Child Pages.
  • No Child Pages.
  • No Child Pages.
  • No Child Pages.