




taman ayun
Taman Ayun berasal dari kata Taman=Kebun dan Ayun=indah/cantik. Jadi Taman Ayun adalah sebuah taman atau kebun yg indah dan cantik, yg pada jaman dahulu dipakai oleh keluarga kerajaan utk berpelesir. Disamping sbg tempat pemujaan, Taman Ayun juga dipakai sbg areal berkumpulnya para anggota kerajaan. Sampai sekarang, lokasi ini sering dipakai oleh ABG yg sedang pacaran…makanya kalo malam minggu dan minggu siang, pepohonan disini ada penunggunya….yah itu, orang yg lagi pacaran..hehehehe
Harga tiket di Taman Ayun adalah Rp.3000.-/pax. Para pengunjung bisa menikmati areal sekeliling pura dari ketinggian dgn menaiki bale kulkul yg ada di sebelah kiri pintu gerbang. Bagi yg demen foto, saya pikir angel dgn background kori agung (gapura utama) yg berdiri megah adalah obyek yg indah. Bener2 keliatan di Bali.





nusa dua





Salah satu obyek menarik untuk dikunjungi di Ubud adalah PURI SAREN UBUD. Puri dalam bahasa Bali berarti rumah raja. Puri Saren Ubud adalah rumah tempat tinggal Raja Ubud dan kerabatnya. Puri Ubud berlokasi pas ditengah-tengah kota Ubud, yaitu depan Pasar Ubud atau Warung Babi Guling Ibu Oka yg mak nyuss itu. Puri membuka diri untuk dikunjungi oleh wisatawan mulai th 1930-an saat Raja Cokorda Sukawati masih menjadi raja. Sampai dengan hari ini, para penerus “darah biru” tetap memperbolehkan para turis melihat2 lingkungan puri. **padahal puri-puri lain tertutup loh untuk umum**. Memasuki areal puri, kita melihat ada 2 buah pintu utama berupa candi bentar diarah barat dan selatan halaman depan puri. Ada 3 buah Bale Bali yg biasa dipakai untuk duduk-duduk dan menaruh perangkat gambelan. Disini juga terdapat sebuah kori agung (pintu utama) yg merupakan ciri khas sebuah rumah raja di Bali. Nah dihalaman depan ini, para turis bisa menikmati sajian berupa tari2an Bali yg dipentaskan setiap malam mulai pukul 19.00 WITA. Rumah Raja Ubud terletak dibelakang areal ini. Kita bisa melihat bagaimana rumah2 khas Bali dihiasi ukiran Bali dengan cat keemasan (prada). Agar tidak mengotori lantai, pengunjung tidak diperbolehkan naik ke lantai. “Don’t climb up please” terpampang disetiap bangunan yang ada. Bangunan utama puri disini adalah yg paling besar dan penuh dgn ukiran Bali yg terletak diarah utara (seperti yg ada diphoto). Disinilah Raja Ubud biasanya menerima tamu2 beliau. Disisi timur terdapat Balai Dangin yg difungsikan untuk kegiatan2 yg bersifat kemanusiaan seperti wedding, potong gigi dan tempat me-nyemayamkan jenazah sebelum ngaben. Aturan disini adalah jangan naik ke lantai, no smoking dan jangan berisik. Tapi feel free to take picture here. Jangan khawatir, pihak puri tidak memungut biaya tiket kok untuk lihat2 (raja Ubud termasuk golongan the haves di Bali). Satu hal lagi, pihak puri juga memberikan kesempatan bagi mereka yg ingin merasakan menjadi bagian dari royal family dengan menyewa kamar2 yg ada disitu. Jika berminat, kita bisa tanya ama receptionis yg jaga diareal depan puri. Welcome to the royal family house….




Museum Renaissance BLANCO adalah sebuah penghargaan terhadap seniman besar DON ANTONIO BLANCO yg terletak di rumahnya, Campuhan-Ubud. Lokasinya yg tepat diatas sungai Campuhan dengan hawa perbukitan yg sejuk dan tenang, membuat Antonio Blanco menerima tanah pemberian Raja Ubud ini untuk dijadikan rumah sekaligus studio seni-nya. Blanco bukan hanya seorang pelukis, dia adalah seniman serba bisa. Pelukis kelahiran Spanyol th 1911 ini pernah menjadi aktor di Hollywood, juga suka membuat puisi-puisi yg dipadukan dengan unsur seni rupa lainnya. Yang tidak bisa ditiru dari seorang Blanco adalah kemampuannya dalam menggambarkan keindahan wanita. Semua lukisan Blanco bertemakan keindahan wanita dalam bentuk wanita yg sedang telanjang. Berbeda dengan pornografi, lukisan Blanco benar-benar adalah art kelas tinggi. Model yg dipakai adalah istrinya sendiri, Ni Rondji, anak sulungnya Tjempaka Blanco, dan model-model lain yg dianggap layak untuk diabadikan keindahannya. Tidak heran, Presiden Soekarno pada jamannya sering mengunjungi rumah Blanco, kedua-duanya adalah penganggum wanita.
Antonio Blanco meninggal th 1999 dalam usia 88 tahun. Sang Maestro diaben dengan upacara Hindu di Ubud. Satu-satunya anak laki yg dimiliki oleh Antonio Blanco, Made Mario Blanco kini meneruskan kemaestroan bapaknya. Lukisan Mario berbeda dengan lukisan Antonio. Mario lebih menjadikan sesuatu benda sbg obyek dengan gaya 3 dimensi yg luar biasa. Terus terang saya lebih menyukai lukisan Mario daripada Antonio. Kesamaan bapak anak ini adalah kreativitas yg luar biasa dalam membuat bingkai/pigura. Kita tidak akan menjumpai model dan style pigura seperti yg dipakai pada lukisan Blanco. Sangat unik sangat menarik. Saya kenal keluarga Blanco ini th 1993-1994, saat itu saya berkawan akrab Iwan, keponakan Ni Rondji, yg kebetulan dari kecil sudah diajak tinggal dikeluarga Blanco. Sering saya menemani Iwan menunggui rumah Blanco yg di Sanur. Dan kalo ke Ubud rumahnya Blanco, sering dulu ikut makan disana. Jangan pikir makanannya elite, adanya cuman nasi ketela kayak makanan orang-orang kita era th 1940-1960. Yg saya tahu saat itu, kalau Antonio Blanco yg dirumahnya disebut TUAN sedang melukis, tidak diperbolehkan masuk ke studio lukisnya. Satu kata yg sering diucapkan oleh Tuan saat sedang marah adalah “Sakit Gede”, ekspresi khas orang Ubud kalau sedang marah yg kira-kira artinya sama dengan “wong uedaann…!!” hehehehe…
Cukup dengan membayar tiket masuk Rp.20.000.- per orang, kita tidak akan rugi mengunjungi Museum Blanco. Rumah yg asri dan sangat hijau, burung-burung jenis golden macaw, kakatua raja dan kakatua putih menjadi pemandangan yg menarik. Kita akan dipandu oleh staff yg ada disini untuk melihat museum berlantai dua tempat lukisan asli Blanco berada. Didepan museum terpampang megah tanda tangan Antonio Blanco yg dibuat dalam kertas lipatan. Didalam museum terlihat banyak lukisan Antonio Blanco terpajang didinding lantai 1 dan 2. Sorry guys, no camera allowed here..!!!. Selanjutnya menuju ke ruangan yg ada photo-photo Antonio dengan keluarga dan orang-orang penting, yg tembus ke ruangan tempat Mario Blanco memajang karya-karyanya. Terakhir adalah studio tempat Blanco melukis yg sekarang dipakai Mario untuk melukis. Kalo mau photo bergaya bak pelukis, dipersilahkan. Disini juga disediakan souvenir yg bisa kita beli bawa pulang berupa foto lukisan asli Antonio Blanco yg ditempel diatas selembar kertas dan ditandatangani oleh Mario. Kalau mau nambahin tulisan lain misalnya “Kenang-kenangan untuk (siapa)”, tinggal kasih tahu staffnya aja, nanti dia akan minta Mario menuliskan sekaligus membubuhkan tanda tangannya. Oh yah, Mario Blanco mostly berada dirumah itu setiap harinya, so kita bisa ngobrol-ngobrol sama dia. Lihat juga web Blanco di http://blancobali.com





rafting
Hari Minggu pagi saya meluncur ke lokasi arung jeram di Telaga Waja, tepatnya di starting point Dusun Langsat, Kecamatan Rendang, Kab. Karangasem. 1.5 jam kemudian saya nyampe disana dan salah seorang staffnya Oka telah menunggu saya. “Gimana udah siap Bli Komang?”, Tanya dia. “Oooo..siap!!”, kata saya dengan perasaan agak ngeri juga sih ngelihat sungai dan lokasi arung jeramnya. Busyet, saya yg udah pernah nyoba derasnya sungai Ayung melihat kondisi Telaga Waja sedikit keder juga. Ayung hanya grade II, Telaga Waja grade-nya IV. Lebih heboh deh. Setelah proses registrasi selesai, saya diberikan pengarahan oleh intrukturnya ttg hal2 yg harus dilakukan dan diperhatikan saat beraktivitas di sungai nanti. 10 menit kemudian Oka-pun muncul. Rupanya dia berniat menemani saya hari ini mengarungi Telaga Waja. Dengan menggunakan life jacket dan helmet, saya turun di rubber boat yg dipakai. Dan byurrr……pengalaman dimulai. Awalnya tegang juga, tapi setelah boat jalan perasaan itu hilang dan berubah menjadi exciting. Boat saya di-intruktur oleh 2 orang (biasanya 1 boat 1 instruktur, cuman yg naik bossnya jadi dipakai 2 instruktur hehehe). Pemandangan sekitar sungai luar biasa eksotisnya, hijau semuaaa. Belum lagi sawah2 penduduk sekitar…bener2 membuat mata ini fresh. Perjalanan sekitar 2.5 jam mengarungi Telaga Waja emang mantap. Mulai dari pemandangannya yg eksotis, kemudian air2 terjun yg ada di sepenjang alur sungai, perahu yg jumping 2 meter melewati arus deras, dan meloncati Dam Bajing setinggi 4 meter. Selama trip saya dan Oka teriak2 sambil tertawa. Bahkan Oka sempat meminum air disungai yg dia bilang air bersih karena bersumber dari mata air, bukan air sungai. Sayapun ikut nyobain dan sueegeerrr….kayak air mineral oeey. Ternyata air Telaga Waja bersumber dari mata air yg ada di bukit sana dan emang dipakai penduduk sekitar untuk minum, masak dan kebutuhan sehari-hari lainnya.
Setelah 2.5 jam mengarungi derasnya Telaga Waja sepanjang 12.5 km, saya pun sampai di finish point di dusun Tabu Sirang. Wuihhh…basah bener. Kemudian Oka mengajak saya menuju ke restaurant yg merupakan tempat istirahat tamu2 raftingnya sambil menikmati makan siang. Wah, makan siangnya prasmanan, ada nasi goreng, nasi putih, ayam goreng, sayur, sate, salad, dll. Enak banget, apalage lapar abis 2.5 jam ber-arung jeram. “Disini tamu2 boleh makan sepuas-puasnya,” kata Oka sambil memberikan piring kepada saya. Nah sambil makan, saya nanya2 ke Oka apa sih service yg didapat kalau ikutan arung jeram dia di Telaga Waja. Dengan membayar senilai yg sudah ditentukan, tamu akan dijemput dan diantar balik ke hotel tempatnya menginap. Kemudian dilokasi dapat welcome drink the atau kopi, kalau membawa kamera akan dikasi tas yg tidak tembus air, makan buffet, handuk, tempat ganti pakaian dan kamar mandinya, serta yg paling penting adalah insurance cover sampai USD 50.000.-. Oka juga bilang dengan resiko permainan ini, dia juga siap menanggung biaya jika tamu2nya mengalami luka tergores atau patah sekalipun berupa insurance cover sampai nilai sekian. Tapi selama ini sih belum pernah terjadi hal yg seperti itu. Saya mengamininya. Saya pikir mereka pasti sudah survey lokasi dulu. Belum lagi peralatan yg dipakai, internasional standard equipment dan baru semua. Ditambah tenaga instruktur yg experience dan ramah2 banget. Pokoknya worthed and safe banget deh.
Seperti biasa, pengen tahu juga harga/orangnya berapa sama siap ajah yg bisa memainkan rafting ini. “Saya sarankan yg bermain minimal usianya 7 tahun dan maksimal 65 tahun. Harga untuk wisatawan asing itu USD 65.00 dan untuk wisatawan lokal IDR 350.000.-“, kata Oka. Saya pikir worthed sih harga sekian dengan service yg diterima oleh pemakai jasa. Dari info yg saya dapat di internet dan beberapa lokal agent, harga untuk lokal di Telaga Waja Rafting emang IDR 350ribu/pax. Di Ayung yg lokasinya dekat, jalur sungai pendek dan tantangannya tidak seperti di Telaga Waja biasanya dijual IDR 250.000-300.000.-/orang.
- Minimal 2 (dua) orang
Satu hal yg perlu anda ketahui, di sekitar Kuta area, baik itu di hotel counter ataupun dijalanan, banyak yg akan nawarin rafting dgn harga miring bahkan lebih murah dari harga yg saya dapat. Silahkan saja, tapi jgn terkejut kalau service yg diterima jauh dari kenyataan dan kalau anda komplain, mereka akan mengelak bahkan kabur duluan deh…. Yg katanya dapat makan ternyata enggak ada meals, yg sering dan udah pasti ga ada kalau harganya nyampe dibawah 200rb adalah insurance. Anda tidak akan tercover insurance,…kalo saya sih ga mau main arung jeram tanpa insurance. Lebih aman cari yg jelas-jelas aja deh….Arung jeram, siapa takut…????





Kokokan

Petulu
Dari Pak Siti, orang tua yg saya temui disawah, kokokan ini mulai bersarang di desa Petulu sejak th 1965. Dia inget karena anaknya yg pertama masih berusia 1 bulan dan burung2 ini mulai datang ke pohon2 yg ada di desa itu. Jumlahnya hanya sekitar 5 ekor. Beberapa bulan kemudian, jumlahnya mulai bertambah banyak. Istilah kerennya tuh burung migrasi dari tempat yg dulu ke desa Petulu. Awalnya oleh masyarakat sekitar, burung2 ini ditangkap utk dipelihara atau dipotong jadi makanan. Dari sini keanehan terjadi. Mereka yg menangkap burung2 ini selalu datang kembali ke desa dan mengembalikannya. Tidak kuat katanya. Tidak kuat kenapa? Menurut Pak Siti, orang2 ini setelah menangkap burung kokokan tsb mulai didatangi oleh makhluk2 aneh bertubuh besar dan menyeramkan. Dalam mimpi maupun kenyataan. Ini bukan halusinasi, karena yg mengalaminya lebih dari 50 orang. Akhirnya setelah berkonsultasi dengan seorang pendeta, dilakukanlah ritual permintaan maaf di Pura Desa setempat. Saat prosesi berlangsung, pemangku pura desa mengalami trance dan mengatakan kalo burung kokokan ini sebenarnya adalah rencang (pengawal) Ida Betara yg dipuja di pura desa setempat. Burung2 ini adalah pasukan yg akan menjaga desa secara segi niskala (dunia maya) dari gangguan penyakit dan hama yg menyerang sawah mereka. Ini terbukti, setelah masyarakat membuat sebuah tugu di pura desa sbg persembahan thd kokokan ini, desa menjadi makmur, panen melimpah dan tidak ada bahaya yg mengancam sampai dengan hari ini.
Burung Kokokan yg ada di desa Petulu memiliki warna badan putih dengan punggung dan wajah coklat. Mereka hidup dipohon2 yg ada disepanjang jalan desa sampai depan Pura Desa Adat Petulu (3 km). Kokokan akan ada disini mulai sasih (bulan Bali) kelima sampai kesanga (bulan ke-5 s/d ke-9) atau dalam masehinya Oktober-Maret. Periode ini ribuan ekor burung kokokan akan membuat sarang, bertelur, mengeramkan telurnya sampai menetas, dan bulan Maret anak2 kokoan sudah mulai bisa terbang. Periode April-September, populasi Kokokan yg terlihat disini jumlahnya berkurang siang hari. Mungkin mereka terbang ke daerah lain utk mencari makanan. Dan saat senja sekitar jam 5.30, mereka akan kembali lagi ke desa Petulu. Jadi paling enak kalo mau lihat ribuan burung kokokan di Petulu adalah periode Oktober-Maret. Jika kita berkunjung kesini, jangan lupa untuk menaruh sejumlah uang kecil sbg donation terhadap desa dikotak yg telah disediakan di Pos Penjagaan ujung desa. Kita akan sangat beruntung jika saat main ke Petulu bisa melihat kokokan yg berwarna hitam. Menurut penduduk desa, jumlahnya cuman 2 ekor, dan mereka adalah pemimpin dari ribuan kokokan di Petulu. Katanya sih itu pertanda good luck..!!!


Pengaturan ...

Kategori
Tag Cloud
Blog RSS
Komentar RSS

Void
Life « Default
Earth
Wind
Water
Fire
Light 